Lompat ke konten utama
Shanghai Travel

Belanja

Di mana membeli suvenir di Shanghai tanpa tertipu?

Yang benar-benar layak dibawa pulang dari Shanghai adalah makanan dan teh yang tahan perjalanan, kebutuhan rumah tangga yang benar-benar berguna, alat tulis dan tekstil, bukan magnet kulkas dan gantungan kunci di bandara. Warga lokal biasanya membelinya di area makanan di lantai bawah department store, toko makanan merek lama, jaringan supermarket, pasar grosir dan toko museum, tempat harga tertera dan menawar tidak diperlukan sekaligus tidak lazim. Teh dan sutra adalah dua kategori yang paling sering dibeli dengan kerugian, jadi belilah menurut tingkat mutu dan kandungan seratnya; soal apakah makanan dan teh boleh dibawa masuk ke negara Anda, aturannya ditentukan bea cukai negara tujuan dan harus Anda periksa sendiri.

Terakhir diperbarui4 menit baca

Jalan Pejalan Kaki Nanjing Road

Shanghai tidak menang lewat “suvenir khas”, dan warga lokal pun hampir tidak membeli kategori itu. Ada tiga jenis barang yang layak menempati bobot koper: makanan dan teh yang tahan perjalanan, seperti kue kemasan, permen, saus, bahan kering, dan teh yang mencantumkan tingkat mutu serta daerah asal; kebutuhan rumah tangga sehari-hari, seperti handuk, sandal, alat dapur kecil, dan termos; serta alat tulis dan tekstil, seperti pulpen, buku catatan, perlengkapan tempat tidur, kain katun, dan syal sutra. Yang tidak perlu dibawa adalah magnet kulkas dan gantungan kunci di bandara dan di depan atraksi wisata: harganya murah, tetapi sebagian besarnya juga bisa didapat di kota lain. Barang yang dijual sebagai “antik”, “batu giok”, atau “kaligrafi dan lukisan” bukan suvenir; kalau Anda tidak paham kategorinya, jangan beli.

Versi kawasan wisata dan versi warga lokal: barang yang sama, dua versi

Barang yang sama sering kali bukan hal yang sama ketika dibeli di jalan wisata dan ketika dibeli oleh warga lokal. Kue di kawasan wisata umumnya memakai resep umum dan diproduksi pabrik pihak ketiga lalu diberi merek, dengan kemasan yang lebih mahal daripada isinya; tehnya sering berupa kotak hadiah tanpa keterangan tingkat mutu; yang disebut sutra pun sering campuran serat sintetis, dan label “sutra” bukan label kandungan serat; untuk gerai merek lama di kawasan wisata, hasil produksinya pun bisa berbeda. Yang bisa Anda periksa ada beberapa: apakah kandungan bahan, tingkat mutu, daerah asal, dan standar yang berlaku ditulis dengan jelas; apakah tokonya punya pelanggan lokal atau hanya rombongan tur; apakah faktur bisa diberikan dan apakah harganya tertera. Yang paling bisa diandalkan adalah salurannya: barang yang sama, kalau dibeli di area makanan department store, supermarket jaringan, gerai merek lama, atau toko museum, jauh lebih kecil kemungkinan bermasalah.

Untuk makanan dan teh, warga lokal pergi ke area makanan di lantai bawah department store dan ke toko makanan merek lama, tempat harga tertera jelas dan faktur tersedia; untuk bahan kering dan bumbu sehari-hari, supermarket jaringan sudah cukup. Kebutuhan rumah tangga ada di bagian perlengkapan rumah supermarket dan hipermarket, alat tulis di toko buku besar, sedangkan perlengkapan tempat tidur dan kain ada di pasar kain yang terkonsentrasi serta di konter tekstil rumah tangga; kalau ingin menjahitkan pakaian, penjahitnya juga dicari di sana. Toko museum dan galeri seni layak dikunjungi tersendiri karena barangnya biasanya punya asal-usul desain. Pasar grosir melayani pedagang lokal: harganya rendah, tetapi suasananya ramai dan sering tidak melayani pembelian satuan kecil. Tolok ukurnya sederhana: warga lokal bertanya apakah barangnya akan terpakai, toko wisata bertanya apakah barangnya bisa dijual kepada Anda; kalau di depan pintu ada bus wisata yang parkir, lebih baik ditinggalkan dulu.

Harga, bea cukai, dan dua jebakan: teh dan sutra

Soal harga, Anda bisa tenang: tempat yang biasa dipakai pengunjung semuanya memasang harga, dan mal, supermarket, toko merek, serta toko museum tidak menerima tawar-menawar. Yang perlu ditawar adalah pasar grosir, lapak perorangan, dan pasar barang bekas, tempat harga sebutan biasanya menyisakan ruang; caranya adalah menanyakan harga lebih dulu, membandingkan dua atau tiga penjual, dan tidak langsung memutuskan di tempat. Soal bea cukai, apakah barang boleh dibawa masuk ke negara tujuan ditentukan oleh aturan bea cukai negara itu, yang berbeda-beda di setiap negara; artikel ini tidak mencantumkan jumlah atau batasnya. Sebelum berangkat, periksa keterangan resmi bea cukai atau dinas pertanian negara tujuan, terutama untuk daging, telur, buah, biji, dan makanan curah; simpan daftar komposisi dan pilih kemasan tersegel dari pabrik. Jebakan teh ada pada tingkat mutu dan daerah asal: “teh terkenal” dan “produk khas daerah” tidak bisa diverifikasi, jadi cara yang aman adalah membeli teh kemasan yang mencantumkan tingkat mutu, daerah asal, dan informasi produksi. Jebakan sutra ada pada kandungan serat: baca label komposisi dan standar yang berlaku, bukan nama toko atau ucapan pramuniaganya. Kesimpulannya: yang layak dibawa pulang adalah makanan, teh, kebutuhan rumah tangga, alat tulis, dan tekstil, dibeli di area makanan department store, toko makanan merek lama, supermarket jaringan, pasar grosir, dan toko museum; teh dan sutra dibeli menurut tingkat mutu dan kandungan serat, dan kalau ragu jangan beli; untuk membawa makanan masuk, tanyakan dulu aturan bea cukai negara tujuan.